Kamis, 28 Februari 2019

menumbuhkan kewirausahaan bersama kementerian koperasi dan ukm RI



Brebes, 20 Februari 2019
Siapa sih yang tidak mau menjadi pengusaha? Punya karir bagus, uang banyak, karyawan banyak, semua orang pasti pengen kan menjadi pengusaha? Data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Badan Pusat Statistik, dan United Nasion Population Fund, memprediksi jumlah pelaku UMKM di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 58,97 juta orang.

Dari sekian banyak jumlah pelaku UMKM di Indonesia, apakah seorang mahasiswa bisa menjadi Pelaku UMKM /  pengusaha?

Menurut Bpk. Wadli, S.TP., M.Si, selaku wakil rector III Universitas Muhadi Setiabudi pada acara seminar permasyarakatan kewirausahaan di auditorium UMUS Brebes, seorang mahasiswa professional harus memahami  betul visi dan misi dari universitasnya, salah satu dari misi UMUS Brebes adalah menghasilkan SDM yang berkompeten dan professional serta memiliki jiwa kewirausahaan yang berlandaskan nilai-nilai religious sesuai dengan perkembangan zaman. Untuk itulah diharapkan , mahasiswa UMUS Brebes bisa menjadi pengusaha setelah lulus nanti, karena Negara yang kuat itu di dukung oleh para pengusaha-pengusaha.

Bpk. Santoso selaku Asisten Deputi Standarisasi dan Sertiffikasi SDM Kementerian Koperasi dan UKM RI, menyebutkan bahwa untuk menjadi pengusaha itu diperlukan modal. Modal itu dibagi menjadi 3 jenis, (1) Pengetahuan, seorang pengusaha harus memiliki pengetahuan tentang bagaimana cara mengelola sebuah usaha. (2) Jiwa Kewirausahaan, hal ini juga perlu dimiliki oleh seorang calon pengusaha karena tanpa jiwa kewirausahaan maka kita tidak akan bisa mengembangkan sebuah usaha. (3) Keberanian, ini sangat penting untuk seorang pengusaha, seorang pengusaha dituntut untuk berani mengambil keputusan serta resiko yang dihadapi.
Di dalam Auditorium UMUS Brebes Bpk. Santoso juga mengatakan bahwa suka tidak suka, mau tidak mau, suatu saaat semuanya pasti memakai internet.

Bisnis yang saat ini sedang marak adalah E-Commerce , E-Commerce merupakan transaksi jual beli secara elektronik melalui media internet. Bisnis ini sangat banyak dilakukan oleh kalangan anak muda. Tentu saja, karena hanya modal internet saja sudah bisa menjadi pengusaha.  Tetapi, ada beberapa kendala bagi mereka yang ingin melakukan bisnis E-Commerce. (1) Akses internet, ini menjadi hambatan yang cukup besar karena kecepatan akses internet di Indonesia masih sangat rendah yaitu hanya 5,19 Mbps atau peringkat 75 di Dunia. Padahal internet adalah modal yang paling utama untuk memulai bisnis E-Commerce. (2) Kepercayaan, kepercayaan selalu menjadi hambatan untuk bisnis E-Commerce, karena sebagian besar penduduk di Indonesia masih lebih percaya kalau transaksi face to face lebih aman dari penipuan.

Ada salah satu contoh pengusaha sukses dari Brebes, beliau bernama Nur Kholik, mahasiswa UMUS Brebes yang juga seorang pengusaha Seafood. Sejak semester 4 beliau berjualan nasi kucing di depan kampus UMUS Brebes, dan butuh waktu sampai 1 minggu untuk mendapatkan seorang pembeli. Hari demi hari terus dilalui, hingga sampai satu bulan beliau baru bisa mendapatkan keuntungan sebesar Rp 100.000. Kemudian suatu hari, Mas Nur Kholik meminta dibelikan lapak kepada Kakaknya, lalu beliau membuka lapak di Kota. Awalnya memang sangat susah untuk mendapatkan pembeli, namun beliau percaya bahwa jadi pengusaha itu tidak mungkin langsung sukses. Setelah sekian lama sabar, akhirnya sekarang beliau sudah memiliki 27 karyawan, dan bisa menghabiskan sampai 50 Kg lebih seafood per hari, bahkan beliaw juga berniat untuk membuka cabang di tempat lain. Kesuksesan dari Mas Nur Kholik ini ada kuncinya loh, kuncinya yaitu sabar, tekun, dan bermimpi dari merangkak dulu baru kemudian terbang.

Ya, jadi wirausaha itu dimulai dari mimpi dan menjadi pengusaha dimulai dari mimpi. Semuanya dimulai dari mimpi, untuk itulah jangan pernah takut untuk bermimpi, karena kesuksesan berawal dari mimpi.

Sabtu, 02 Februari 2019

Pengertian Address Bagi Para Teknisi Pemula

www.google.com

 
  
Hay sahabat blogger, kali ini Saya akan membuat artikel tentang bagaimana langkah mensetting ip address melalui command promt dan control panel, kelas-kelas dalam ip address,  serta bit. Baca artikelnya sampai selesai ya, jangan lupa siapkan kopi karena artikel ini cukup panjang.
Sebelum kita mulai mensetting, kita harus mengetahui dulu apa itu ip address???

Ip address adalah sebuah alamat pada computer, agar computer yang satu dapat terhubung dengan computer yang lain. Ip address memiliki 2 bagian, yaitu network ID dan host ID. Network ID adalah bagian ip address yang menunjukkan di jaringan mana computer berada, sedangkan Host ID adalah bagian yang menunjukkan workstation, server, router, dan semua Host TCP/IP yang ada di jaringan itu. Network ID dalam satu jaringan harus sama semua, sedangkan host ID harus berbeda semua, agar tidak terjadi ip conflik (ada dua ip dalam satu jaringan). Network ID itu ibarat perumahannya, dan Host ID itu ibarat nomor dari setiap rumahnya. Misalnya dalam ip address kelas C 192.168.1.10, bagian 192.168.1 adalah Network ID, lalu .10 adalah Host ID.

KELAS IP ADDRESS
Kelas ip address dibagi menjadi 4, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, dan kelas D. Jumlah bit dari semua kelas adalah 32 bit.
Kelas A
Pada kelas A 8 bit pertama adalah network ID, dan 24 bit terakhir adalah host ID. Kelas A memiliki network ID dari 0 – 127. Contoh 1.1.20.3 (1. Adalah network ID dalam jaringan, sedangkan .1.20.3 adalah host ID dalam jaringan). Kelas A digunakan untuk jaringan dengan skala besar, jumlah host dalam satu jaringan maksimum adalah 16,777,214.
Kelas B
Pada kelas B 16 bit pertama adalah network ID, sedangkan 16 bit terakhir adalah host ID. Kelas B memiliki network ID dari 128 – 191. Contoh 129.20.1.2 (192.20 adalah network ID, dan .1.2 adalah host ID). Jumlah host dalam jaringan maksimum adalah 65,534.
Kelas C
Pada kelas C 24 bit pertama adalah network ID, dan 8 bit terakhir adalah host ID. Kelas C memiliki network ID dari 192-223. Contoh 192.168.1.2 (192.168.1 adalah network ID dalam jaringan, lalu .2 adalah host ID. Kelas C digunakan untuk jaringan dengan skala kecil, misalnya dalam sekolah/kampus, jumlah host dalam jaringan maksimum adalah 254.
Kelas D
Ip kelas D digunakan untuk multicasting, yaitu penggunaan aplikasi secara bersama-sama oleh beberapa computer. Ip yang bisa digunakan dalam kelas ini adalah 224.0.0.0 – 239.255.255.255.
Di atas kita sering menjumpai kata bit, kira-kira apa itu bit???
Bit singkatan dari binary digit yaitu unit terkecil dalam satuan komputasi digital. Komputer tidak menyimpan data dalam angka decimal, semua data disimpan dengan angka biner. Angka biner itu hanya terbagi menjadi 2 yaitu 1 dan 0. Ip address dari kelas-kelas di atas juga jika di terjemahkan hasilnya pasti hanya ada angka 1 dan 0. Namun, ada perhitungan tersendiri untuk mengkonversikannya.
Sekarang kita akan membahas bagaimana cara setting ip adressnya.

SETTING IP ADDRESS DENGAN COMMAND PROMT

1. Klik star
2. Di search program : cari command promt
3. Klik kanan
4. pilih run as administrator
5. Ketik : netsh interface ip set address name = "LAN/WIFI" static 192.168.3.8 255.255.255.0 192.168.3.3
6. Enter.

keterangan:
LAN/WIFI : nama NIC (network intrface card)
192.168.3.8 : ip address yang ingin di setting
255.255.255.0 : subnet mask
192.168.3.3 : gateway
Mensetting ip address di command promt lebih mudah daripada di control panel, namun sintak yang digunakan harus benar dan sesuai, agar komputer mengerti apa yang kita inginkan.

SETTING IP ADDRESS DI CONTROL PANEL
1.      Klik star
2.      Klik control panel
3.      Network and internet
4.      Network and sharing center
5.      Change adapter setting
6.      Klik kanan pada nama jaringan
7.      Lalu properties
8.      Klik pada internet protocol version 4 (TCP/IPv4)
9.      Lalu setting ip adressnya jik klik obtain maka ip akan di setting otomatis oleh computer, jika klik use the following maka kita bisa setting ip sendiri, sesuai kebutuhan.

Ya, itulah informasi dari Saya seputar ip address, di zaman serba canggih sekarang ini, semua orang harus bisa melakukan coding, tidak hanya anak Teknik Informatika saja. Karena jika kita tidak mengerti masalah coding, kita akan tertinggal. Jangan lupa setelah membaca artikel ini harus langsung di praktekkan di computer masing-masing, terima kasih.


Minggu, 06 Januari 2019

Pesona Brebes: Waduk Malahayu Menjadi Destinasi Wisata yang Menarik

google.com

Minggu, 6 Januari 2019
Hay, sahabat blogger. Di libur awal tahun, kamu sudah pergi kemana nih? Di artikel kali ini, Saya akan menceritakan pengalaman berlibur yang sangat luar biasa di Obyek Wisata Waduk Malahayu, Banjarharjo, Brebes.

Waduk Malahayu adalah sebuah waduk terbesar di Kabupaten Brebes yang letaknya di Kecamatan Banjarharjo, Brebes, Jawa Tengah. Waduk ini dibangun tahun 1934-1937 dan diresmikan pada tanggal 19 Mei 1938 oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Waduk ini dimanfatkan sebagai sarana irigasi lahan pertanian wilayah Kecamatan Banjarharjo, Kersana, Ketanggungan, Losari, Tanjung, dan Bulakamba. Selain itu, Waduk juga berfungsi sebagai pengendali banjir, dan obyek wisata. Ada beberapa pulau yang mengelilingi Waduk Malahayu, antara lain:  Pulau Ko-uk, Pulau Ketukul, Pulau Maud, dan pulau Sahidi.

Sebagai Obyek Wisata, faktanya Waduk Malahayu memiliki tarif yang tergolong masih rendah. Berbeda dengan destinasi Wisata lain yang memasang tarif tinggi, apalagi saat musim liburan. Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, A.Md., S.E juga pernah melakukan kunjungannya ke Obyek Wisata Malahayu. Saat libur lebaran, biasanya Obyek Wisata Malahayu sangat ramai oleh pengunjung, sampai antri untuk membeli tiketnya sangat panjang.







Tempatnya yang masih asri, membuat Waduk Malahayu sering dijadikan tempat perkemahan oleh beberapa sekolah di Brebes. Seringnya dijadikan tempat perkemahan, Waduk Malahayu cocok disebut sebagai obyek wisata EduPark, karena memiliki fungsi yang baik untuk pendidikan dan memiliki nilai sejarah sangat tinggi. Di sana, kita bisa memahami sejarah berdirinya Waduk Malahayu yang menjadi saksi perjuangan Indonesia, karena dibangun sebelum Indonesia merdeka.

Sekolah yang melakukan perkemahan di Waduk Malahayu biasanya mengadakan kegiatan TKK  (tanda kecakapan khusus)Sepeda terlebih dahulu, lalu anak-anak pramuka menginap dengan mendirikan tenda-tenda di lapangan dan menyewa aula untuk kegiatan. Obyek Wisata Malahayu juga sering dijadikan tempat rekreasi EduPark bagi anak-anak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) terutama saat acara Hari Kartini atau tujuh belasan.



Sekarang tidak perlu jauh-jauh liburan ke Malang, Jawa Timur untuk menikmati Kampung Pelangi, karena Waduk Malahayu telah berinovasi dengan membuat Kampung Pelangi dan menambah spot swafoto serta mengubah tata letak suatu obyek. Bukit Cinta diatas adalah salah satu yang menjadi spot favorit para generasi millenial. Bukit Cinta ini dibuat agar setiap wisatawan yang berkunjung merasakan cinta dan ketenangan disini. Obyek Wisata yang berbasis EduPark ini terus berinovasi untuk menciptakan sesuatu yang dapat menarik banyak perhatian pengunjung.




Anda tidak akan menyesal memilih liburan awal tahun dengan berwisata EduPark di Obyek Wisata Malahayu. Karena sekarang Obyek Wisata Malahayu ini sudah lengkap dengan berbagai fasilitas. Beragam arena spot swafoto dengan background alam maupun rumah pelangi tersedia, wisata kuliner tersedia, flaying fox tersedia, sepeda gantung tersedia, dan wisata sepeda air juga tersedia. Tidak ada alasan lagi untuk tidak memilih Obyek Wisata Malahayu sebagai destinasi favorit yang wajib di kunjungi saat liburan.

Saya sangat bahagia bisa menikmati liburan awal tahun ke Obyek Wisata Malahayu karena dapat berswafoto di setiap titik dengan sepuasnya. Berwisata EduPark ke Obyek Wisata Malahayu tidak harus bersama Doi loh, bisa dengan keluarga, sahabat, atau saat kegiatan di Sekolah.

Mari kita eksplore Brebes, karena pariwisata Brebes itu sangat indah. Ingatlah selalu untuk membuang sampah pada tempatnya, apalagi saat di Obyek Wisata, karena jika tidak di jaga, Obyek Wisata akan rusak karena sampah, dan terbengkalai. Terima kasih telah membaca artikel dari Saya ini. #edupark  #brebessejenkaroliyane

Jumat, 04 Januari 2019

Kuliah Umum tentang Global Mindset Human Capital Management


Jum'at, 4 Januari 2019

Berita Kampus-Delapan belas Pejabat Negara dari Indonesia datang ke UMUS Brebes untuk mengisi kuliah umum. Acara kuliah umum dihadiri oleh seluruh civitas akademika UMUS Brebes, dari mulai jajaran Rektorat, Dosen, Mahasiswa. Acara ini juga dihadiri oleh beberapa tamu undangan dari luar kampus. Seluruh peserta kuliah umum dan tamu undangan berkumpul di Auditorium UMUS Brebes, sebagai tempat dilaksanakannya kuliah umum.


Kuliah umum di buka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Adela Syaharani, mahasiswi dari prodi PGSD semester 1. Seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir, mendengarkannya dengan tenang dan damai.


Rektor Universitas Muhadi Setiabudi Brebes Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M menyampaikan sambutannya. Dalam pidatonya beliaw menyambut kedatangan delapan belas Tamu Kehormatan yang datang ke UMUS Brebes dengan segala hormat. Beliau juga sangat berterima kasih karena para Tamu Kehormatan, bersedia menerima undangan dari UMUS Brebes untuk mengisi kuliah umum di tengah segala kesibukannya.


Acara kuliah umum ini dihadiri langsung oleh 18 Tamu Kehormatan yang memiliki jabatan di bidang masing-masing. 18 Tamu Kehormatan itu adalah:

  1. Prof. Dr. Hamidah, S.E., M.Si. (Guru Besar Universitas Negeri jakarta)
  2. Prof. Dr. R. Madhakomala, M.Pd. (Guru Besar Universitas Negeri Jakarta)
  3. Dr. Mukhtadi, MM. (Dosen Universitas Pertahanan)
  4. Drs. Wahidin, M.Kes. (Direktur Bina Lini Lapangan BKKBN)
  5. Drs. Rudy Ridwan Effendi, M.T. (Kepala Bidang Penilaian Kompetensi dan Evaluasi BPSDM Kementrian PUPR)
  6. dr. Diana, M.M. (Dokter Direktur PT. Dharma Medika Sejahtera dan Pengawas RS. Kramat 128
  7. Ir. Pawenary, M.T., IPM (VP Operation PT. Bakrie Construktion)
  8. Ir. Hermawan Sahrul, M.M. (Chief of GMF Leadership Academy PT. Garuda Indonesia Group)
  9. Abu Yaziz, S.E., M.M. (Branch Control Operation Bank Capital Indonesia)
  10. Ary Bastari, SH, MM, AFP, CPHR, CBA, CRGP, CERG, CMA. (Komisaris Utama Bank Kalsel)
  11. Bakasia Helaudho, S.E., M.M. (Pemeriksa Kekayaan Intelektual Kemenkumham)
  12. Erma Kusuawarni, S.E., MAB (Auditor BPK)
  13. Eka Satria Ramadhan, S.T., MBA (Koordinator Provinsi Jawa Barat DPP)
  14. Haruddin, S.ST., M.Kes (Auditor Itjen Kemenkes)
  15. Jajang Suhayat, A.Ks., S.Pd, M.Pd (Instruktur Kurikulum 13 Provinsi Banten)
  16. Lucky Desriyani, S.E, M.M., Mbus (Acc), Ak. (Kepala Sekertariat AKN I BPK)
  17. Setia Hadi Pramudi, Ssit., MT. (Keala Sub Bidang Standarisasi Pelatihan Perhubungan Darat, Kemenhub)
  18. Toga Sehat Sihite, S.Si., S.E., M.M (Direktur Keuangan dan Administrasi Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya)

Faktanya adalah sebagian besar dari para Pejabat Negara di atas adalah asli kelahiran Brebes dan Tegal. Seluruh Pejabat Negara yang hadir mengisi kuliah umum di UMUS Brebes adalah mahasiswa dari Prof. Dr. Hamidah, S.E., M.Si selaku Guru Besar dari Universitas Negeri Jakarta. Perempuan hebat ini ternyata adalah wanita asli kelahiran Brebes, yang sudah merantau dari Brebes sejak tahun 70-an.

Lalu ada juga Dr. Muhtadi, M.M selaku Dosen dari Universitas Pertahanan. Beliau asli lahir di Brebes, tepatnya di Kecamatan Ketanggungan. Beliaw sangat ingin membangun Universitas di Brebes, namun setelah melihat UMUS Brebes yang baru berdiri selama 6 tahun tetapi sudah mengalami perkembangan sangat cepat, beliau merasa tidak perlu lagi membangun universitas di Brebes. Tinggal kita bekerja sama untuk bisa membuat UMUS Brebes menjadi lebih maju dan berprestasi. Beliau mengatakan, jangan bangga kalau ada yang bilang "Saya lulusan Universitas Luar Negeri", kita harus bangga dengan mengatakan "Saya dari UMUS University". Ada perbedaan yang sangat jauh antara bahasa Universitas UMUS dan UMUS University yaitu Global Mindset.

Drs. Wahidin, M.Kes memaparkan bahwa 15 tahun ke depan Indonesia akan menikmati manfaat dari bonus demografi. Indonesia akan mendapatkan bonus demografi paling besar daripada Negara lainnya. Beliau juga mengatakan, kalau Global Mindset di bagi menjadi 3, yaitu: Intelektual capital, psychollogical capital, and social capital.

globalmindset.weebly.com
Drs. Wahidin, M.Kes berharap 15 tahun ke depan, Indonesia dapat mengolah bonus demografi yang dimiliki untuk bekerja sama membuat Indonesia menjadi Negara yang lebih maju.


Acara kuliah umum ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dari UMUS University yang diserahkan langsung oleh Dr. Roby Setiady, S.Kom., M.M selaku Rektor UMUS University kepada Prof. Dr. Hamidah, S.E., M.Si. Lalu dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan anjangsana.




Senin, 31 Desember 2018

BUKAN CATATAN NAJWA SHIHAB, SEJARAH AKHIR 2018



Hay sahabat blogger, selamat pagi. Hari ini adalah hari Senin, 31 Desember 2018. Artinya hari ini merupakan hari terakhir di tahun 2018. Banyak sekali kisah yang telah Aku lalui di tahun 2018, dari mulai kisah yang membuat urat nadi mengurat, hingga kisah yang membuat mata tak bisa menahan guyuran hujan senja. Di artikel kali ini, Aku akan membagikan kisahku selama 2018. Simak yuk, jangan lupa seduh kopinya, karena artikel ini cukup panjang.

Banjir Losari


Februari 2018 terjadi peristiwa mengerikan yang tidak akan pernah terlupakan untukku. Bayangkan saja selama 17 tahun, untuk pertama kalinya Aku melihat dan merasakan peristiwa banjir yang begitu besar. Ya, disaat peristiwa itu, Aku layaknya anak ayam yang lupa arah jalan pulang. Aku bingung seperti orang linglung, mengapa Cisanggarungku itu meraung, apakah Dia mulai lelah tak kepayang, hingga ia mencurahkan seluruh kesedihannya sehingga membuat seluruh Losari ikut menagis bersamanya. Empat kali selama satu bulan banjir terjadi karena jebolnya tanggul di wilayah Kalibuntu Bojong disebabkan oleh meluapnya sungai Cisanggarung. Itu adalah peristiwa tidak terlupakan untukku, karena pada peristiwa itu aku melihat banyak orang kelaparan, banyak orang kehilangan baju kering, banyak orang lalu lalang di jalan, banyak dermawan yang tak segan untuk memberikan separuh rezekinya kepada seluruh warga yang terkena bencana banjir baik di wilayah Losari maupun wilayah Brebes lainnya. Semoga peristiwa itu tidak terulang kembali di 2019 nanti.


Perpisahan dengan Teman Satu Angkatan di SMK



Kisahku bersama angkatanku terangkum dalam puisi yang berjudul Puisimu adalah Puisinya Puisi, dibawah ini.

Perpisahan itu bukan pilihan...
Bukan jua soal essay yang harus dicarikan jawabannya...
Melainkan sebuah keharusan...
Saat raja sinar mulai muncul dari ufuk timur...
Dia pasti akan kembali ke ufuk barat...
Saat ada sebuh pertemuan...
Pasti ada  perpisahan...
Memangnya untuk apa dipertemukan jika nantinya di pisahkan?
Hemm...
Tanyakan saja pada rumput yang menari...
Atau tanyakan saja pada angin yang berdansa...
Mungkin mereka tau alasannya...
Begitu banyak kisah yg terlukis dalam seragam tua putih abu-abu...
Begitu banyak kritikan yang mendera sepanjang waktu...
Begitu banyak kicauan kata manis tak jua lupa dengan kata pahit...
Begitu banyak tingkah yang membuat urat leher mengurat...
Begitu banyak haru yang membuat mata tak mau berhenti meneteskan air...
Begitu banyak kreatifitas yang membuat hati berbunga...
Begitu banyak kisah cinta yang membuat pipi merona...
Begitu banyak orang yg merasa tak dihargai oleh kami...
Begitu banyak mulut yang mencerca tingkah kami...
Telinga ini bahkan sudah bising dengan gurauan-gurauan manis yang mengocok perut...
Kisahku dan kisahmu berbeda...
Kisahmu dan kisah kami berbeda...
Kisahnya dan kisah kita berbeda...
Ini kisah kami...
Kisah penuh sensasi dan kontroversi...
Tetapi kisah ini tak akan berlanjut...
Kisah kami akan berubah menjadi kisah saya...
Seperti ulat yang akan bermetamorfosis meninggalkan bentuk ulat menjadi kupu-kupu...
Seperti siput yang meninggalkan cangkang usangnya dan mencari cangkang yang baru...
Ya..
Seperti itulah kami...
Yang akan mengeramatkan seragam putih abu-abu kami untuk mencari seragam baru dengan kisah yang baru...
Puing-puing kertas ini akan terbang bersama angin...
Menjadi embun yang kehormatannya menguasai pagi...
Menjadi elang yang terbang dg kegagahan...
Menjadi bintang  menemani malam yang kesepian...
Dan menjadi bulan yang menyinari kegelapan...
Begitu banyak kami belajar...
Tentang kesabaran...
Hubungan...
Tentang ilmu dunia ilmu akhirat....
Kepada orang tua dan guru-guru...
Maafkan kami atas semua kehilafan kami...
Terima kasih telah mengantar kami dalam proses pencarian jati diri...
Kaki ini akan menapak....
Untuk menjadi piala kebanggaan orang tua...
Untuk menjadi bunga dalam perbincangan guru-guru...
Untuk menjadi pilar kokoh bangsa dan negara...
Kamu adalah puisi orangtuamu...
Dan puisimu adalah puisinya puisi....
Inilah kisah kami...
Kisah panjang yang tak akan cukup di tulis dalam satu lembar buku...
Kisah yang akan dicari di youtube dalam beberapa tahun kemudian...
Kisah yang akan dirindukan di masa tua nanti...
Kisah yang akan selalu tersimpan dalam rak buku di dalam benak...
Selamat tinggal kawan-kawanku....
Ingatlah apabila bertemu nanti...
Mohon jangan lupakan aku...
Sampai jumpa di lain hari....




Gagak Masuk PTN


Menurutmu apa rasa sakit yang lebih besar dari putus cinta?
Bagiku patah hati yang paling sakit itu adalah gagal masuk PTN, sakitnya gagal masuk PTN itu seperti naik ke lantai 50 lalu di jatuhkan begitu saja dari atas. Ini adalah titik terendah yang pernah aku alami, di titik inilah aku bertemu dengan orang-orang yang benar-benar tulus menyayangiku, dan aku tau orang-orang yang tidak benar-benar meyayangiku.

Penyesalan besar yang aku alami rasanya belum bisa di sembuhkan. Aku menyesal karena tidak mempersiapkannya dari awal masuk SMK, seharusnya sebelum masuk SMK aku sudah tahu pandangan ke depan, seperti mau kuliah dimana, di jurusan apa, berapa passing gradenya. Itu semua penting, karena belajar Kimia, Fisika, Biologi, MIPA, itu tidak cukup dengan 10 hari saja. Aku di SMK, dan aku tidak pernah belajar Kimia, Biologi, apalagi MIPA, saat kurikulum angkatan Aku itu hanya ada Fisika. Jelas saja SMKku jurusan Teknik Komputer dan Jaringan tidak mungkin ada MIPA dan biologi, mapel kimia dihapus pada angkatanku dan ada lagi untuk 2 tahun di bawahku.

Aku masuk Bimbel di Yogyakarta 10 hari sebelum SBMPTN, pertama masuk Bimbel Aku dikagetkan dengan anak-anak disana yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dan lebih kaget lagi saat Tentor (sebutan untuk guru di bimbel) masuk kelas, lalu mengajar Kimia dengan sangat cepat. Bagaimana Aku tidak melongo, melihat cara bicaranya saja sudah menganga, karena hanya hitungan detik saja. Keesokan harinya, lembaga bimbel itu langsung mengadakan Try out SBMPTN kedua, yang pertama Aku ngga ikut gays. Soalnya, Subhanallah indah sekali kawan, hanya bagian yang aku pahami saja yang diisi dengan benar, yang lain silang cantik aja. Keluarlah hasilnya, Aku hanya dapat 21 %, teman-teman lainnya dapat 23 %.

Seminar SBMPTNpun aku ikuti, hingga sampailah pada tanggal yang di tunggu-tunggu 8 Mei 2018. Ujian SBMPTN telah tiba, dan aku mengerjakannya dengan penuh percaya diri. Golongan IPC yang Aku pilih, sehingga ujianku dilakukan 2 kali. UGM dan UNDIP kampus incaranku, sehingga aku berusaha keras selesai tepat waktu dan mendapat hasil yang memuaskan. Walaupun nyatanya ekspektasi tak sesuai harapan, setelah semua perjuangan, Aku dinyatakan gagal 3 kali berturut-turut. Sakit memang, sakit tidak berdarah, kecewa, down berat, dan patah hati yang sulit terobati.

Masuk UMUS


Setelah kegagalan yang bertubi-tubi, akhirnya kisahku mencari kampus impian berakhir di UMUS Brebes. Sebelumnya aku Salat Istikharah selama satu minggu, lalu aku ditawari masuk UMUS dengan jaluk Bidikmisi. Aku punya satu puisi, lihat dibawah ini ya.

DIBALIK KISAH GAGAL MASUK PTN

Ku tulis beberapa penggal kata dari secarik kertas putih...
Apa  isinya?
Entahlah bulan yang merindupun tak akan tau isi sesungguhnya...
Hujan bulan juni...atau embun yang bersembunyi di balik rumput hijau...
Ranting itu jatuh...
Kadang-kadang ia jatuh karena sapuan angin...
Atau karena lelah berkelahi dengan daun...
Ada teka-teki dari sebuah hujan...
Sebelum turun dia menciptakan petir...
Setelah turun dia menciptakan pelangi...
Ya memang benar...
Terjadi badai besar di dalam diriku...
3 kali kegagalan dari diriku...
Gagal masuk PTN dari 3 jalur...
Ya...
Hancur...
Seperti saaat kita membuat rumah pasir pinggir pantai lalu di sapu oleh serbuan ombak...
Hancur dan lenyap seketika...
Dalam istikharah aku berdo'a...
Dimana jodohku?? Jodoh jalan hidupku. Jodoh dimana engkau takdirkan aku untuk menuntut ilmu disana...
Dan Allah menjawabnya dengan sangat romantis...
Bukan dengan mimpi...
Tapi dengan kejutan nyata...
Bahwa ada bidikmisi di universitas muhadi setiabudi brebes...
Asalkan pintar dan niat kuliah...
Ku cari jodoh universitasku sampai ke Jogja sana, namun ku dapat jodohku dari tanah Brebes ini...
Ya kadang-kadang Allah menciptakan badai besar untuk sebuah pelangi...
Kadang-kadang aku iri dengan matahari...
Dia sering dihianati mendung, namun tetap setia terbit setiap pagi dan kembali setelah senja...
Aku pernah meminang Universitas Gadjah Mada dengan ucapan bismillah...
namun aku di tolak...
Lalu kusadrahkan separuh cintaku ini untukmu UMUS yang telah Allah pinangkan khusus untuk diriku...

Back To Jogja


Setelah beberapa Bulan meninggalkan Jogja, akhirnya kemarin 28 Desember 2018, Aku mendapatkan kesempatan untuk kembali singgah ke Jogja. Ada rasa bahagia yang tak bisa diungkapkan, Aku seperti sedang berada di atas taman bunga yang indah, lalu menari diatasnya. Setelah bertahun-tahun akhirnya Aku berjumpa lagi dengan Candi Borobudur, yang sudah mengalami banyak renovasi untuk kenyamanan pengunjung. Untuk pertama kalinya Aku ke Pantai Parangtritis. Untuk pertama kalinya aku ke Malioboro, malam minggu di Malioboro ternyata sangat ramai dengan pengunjung, sampai jalan saja harus berdesakan. Ya, akhir tahunku di tutup dengan liburan ke Jogja, kota pendidikan, kota yang penuh kenangan, kota yang gagal menjadi tempat persinggahan. Aku mencintai Jogja, jika ada kesempatan aku ingin kembali lagi, dan lagi ke Jogja.

Liburan kali ini adalah liburan yang paling berkesan untukku, karena disaaat ini Aku bisa mengelilingi Jogja bersama keluarga. Jogja itu indah, tak heran jika banyak orang yang rela meninggalkan kota asalnya untuk singgah di Kota Pendidikan ini. Mimpiku untuk mengenyam Pendidikan di Kota Pendidikan belum berakhir. Percobaan pertama Aku gagal, mungkin di percobaan selanjutnya Aku berhasil. Dulu, Aku pernah berjanji pada Jogja bahwa Aku akan kembali sebagai mahasiswi. Kemarin Aku kembali, sebagai Mahasiswi, walaupun bukan Mahasiswi dari Kampus impian. Aku datang setelah menjadi Mahasiswi UMUS Brebes selama hampir 1 semester. Aku mencintai UMUS, dan Akupun mencintai Jogja.




Inilah kisahku selama 2018, kadang kita perlu mengemas pakaian untuk mendapatkan pengalaman yang serupa anak semut dalam cangkang rumah dalam daun. Semoga di tahun 2019 nanti, akan ada kisah yang lebih seru dari kisah 2018, bukan kisah haru, melainkan kisah yang dapat menarik bibir membentuk lekukan indah dipandang mata. Mari berevolusi menjadi yang lebih baik, move on gays, tinggalkan orang-orang yang telah menyakitimu. Jadilah sukses, agar orang yang telah menyakitimu menyesal.
Terima kasih telah membaca, mari tulis pengalamanmu, karena untuk menjadi abadi dalam sejarah, maka menulislah.



Senin, 17 Desember 2018

SEMINAR NASIONAL UNIVERSITAS MUHADI SETIABUDI BREBES



Berita kampus - Brebes, 17 Desember 2018 Universitas Muhadi Setiabudi Brebes menyelenggarakan seminar nasional dengan tema "Penguatan Riset dan Pengembangan Perguruan Tinggi di Era Disrupsi Revolusi Industri 4.0". Ada dua pembicara dalam acara ini yaitu Dr. H. Abdul Fikri Faqih sebagai Wakil Ketua DPR-RI dapil X dan Dr. Muhammad Dimyati selaku Dirjen Penguatan Riset dan PengembanganKementrian Riset Dikti.


Semnas ini mendapat antusias yang sangat luar biasa dari seluruh mahasiswa UMUS dan di luar UMUS. Tak heran jika pengisian registrasinya sampai antri puluhan meter. Mereka antusias karena acara semnas ini sangat jarang sekali diadakan di Brebes. Selain dapat ilmu dan sertifikat, setiap peserta akan mendapatkan snack gratis, sehingga membuat mahasiswa dan dosen berbondong-bondong ingin mengikuti semnas ini.



Masuk ke ruangan, peserta seminar disambut dengan lagu Cinta Terbaik, yang dinyanyikan langsung oleh guru vokal dari UMUS yaitu Bu Ning. Bu Ning memiliki talenta yang sangat luar biasa dalam bermusik, beliaw bisa menyanyikan semua genre musik dan memainkan alat musik seperti gitar. Tak heran jika Bu Ning mendapatkan uploas yang sangat meriah dari seluruh peserta seminar.

Menurut Bu Virgi, SH., M.Kn selaku ketua panitia semnas, seluruh peserta semnas yang hadir berjumlah 320 orang. 320 orang itu tidaknya hanya dari Brebes saja, melainkan dari Cirebon, Pemalang, dan Tegal. Bu Virgi berpesan bahwa mahasiswa harus berpikir kreatif agar bisa membentuk ekonomi digital supaya tidak tergerus atau tertinggal oleh orang asing.

Sambutan Rektor UMUS
Rektor Universitas Muhadi Setiabudi Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M mengucapkan banyak terima kasih kepada pembicara yang sudah bersedia hadir. Dalam sambutannya Pak Rektor menyampaikan bahwa di era revolusi industri 4.0, data menjadi keputusan utama dalam organisasi. Menurut Beliaw revolusi industri adalah perpindahan budaya, dari teknologi yang rendah ke teknologi yang tinggi. Sekarang ini yang dipertimbangkan bukan lagi kuantitas melainkan kualitas. Beliaw juga berpesan, untuk bersaing dalam menghadapi revolusi industri 4.0 ini, setiap mahasiswa harus mampu keluar dari zona nyaman. Mahasiswa harus menggali keahlian lain yang mampu mengangkat kreativitas.



Dr. Sumarno, SE., M.Si selaku ketua LLDikti wilayah 6 Jawa Tengah juga memberikan sambutannya. Beliaw menjelaskan ada 4 pengelompokkan Perguruan Tinggi berdasarkan hasil riset dan pengabdian masyarakat. UMUS saat ini masih masuk ke kelas Binaan. Sedangkan dalam kelas Mandiri, roposal penelitian yang dikirm tidak perlu seleksi lagi. Pada 2018 jumlah judul penelitian yang lolos ada 111.


Di acara inti yaitu pemaparan materi dan diskusi tentang Penguatan Riset & Pengembangan Perguruan Tinggi di Era Disrupsi Revolusi Industri 4.0.

Bapak Dr. Muhammad Dimyati memulai dengan memutarkan film pendek yang isinya tentang prediksi keadaan kecanggihan teknologi di tahun 2050. Di film itu digambarkan bahwa di tahun 2050 negara di Dunia akan menggunakan Drone sebagai transportasi pribadi dan umum, virtual LCD juga akan mulai digunakan, banyak orang menggunakan asisten robot, dan mobil tanpa awak akan beroperasi dimana-mana. Bapak Dimyati berbicara lebih kepada Penguatan Riset dan Pengembangan Teknologi. Beliaw juga memotivasi para Dosen agar lebih banyak dalam melakukan Riset.

Bapak Dimyati menjelaskan bahwa di era ini, kita tidak harus punya hotel untuk bisnis hotel, kita tidak perlu punya toko untuk berjualan, kita tidak perlu punya restoran untuk bisnis makanan, kita tidak perlu punya motor untuk bisnis ojeg.  Jika kita menguasai aplikasi kita akan menguasai dunia. Kita harus menguasai kodik dan Bahasa Inggris untuk bisa memanfaatkan dan menguasai Dunia. Quotes dari beliaw yaitu:

"Bersinergi akan membuat kekuatan untuk maju menjadi lebih besar".

Sedangkan Bapak Dr. H. Abdul Fikri Faqih berbicara tentang era disrupsi itu sendiri. Disrupsi sendiri berarti sedang terjadi perubahan fundamental atau mendasar. Yaitu evolusi teknologi yang menyasar sebuah celah kehidupan manusia. Beliaw juga menjelaskan tentang gelombang ekonomi dunia, yang menyangkut kepada era pertanian, era industri, era disrupsi, dan era teknologi. Beliaw juga berpesan bahwa anak muda harus selalu kreativ dan percaya diri. Ada quote  yang beliaw bagikan, yaitu:

"The first step is to estabilish that something is possible then propability will occur (Elon Musk)".



Kemudian acara Semnas ini ditutup dengan persembahan tari tradisional dari UKM Tari Universitas Muhadi Setiabudi Brebes.






Kamis, 13 Desember 2018

Pelantikan BEM FEB, HIMA Manajemen, dan HIMA Akuntansi

http://laelamanajemenumusbrebes.blogspot.com
Rabu, 5 Desember 2018
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMUS telah melantik Ketua dan Wakil Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis, HIMA Manajemen, dan HIMA Akuntansi periode 2018/2020 bertempat di Auditorium UMUS.

Acara pelantikan dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Muhadi Setiabudi Bapak Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., seluruh Mahasiswa/i Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dekan dari masing-masing fakultas, Dosen FEB, perwakilan dari mahasiswa Fakultas lain, serta Presiden Mahasiswa mas Edy Nurjaya.

Dekan FEB, Bapak Drs. Mukson, M.M. berharap HIMA dan BEM bisa menjalankan tugasnya dengan baik, amanah, program kerjanya berjalan progresiv, inovatif,  bertanggung jawab, dan dapat bekerja sama menjadikan FEB sebagai Fakultas Unggulan di UMUS.

Rektor UMUS Bapak Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M sangat mengapresiasi acara ini, karena FEB menjadi pelopor acara pelantikan HIMA yang pertama di UMUS Brebes.

Semoga dengan terlantiknya seluruh anggota HIMA Manajemen, HIMA Akuntansi, dan BEM Fakultas yang baru, seluruh program kerja dari itu semua dapat berjalan dengan baik dan sesuai target. Semoga dengan adanya keanggotaan yang baru dalam organisasi di FEB, FEB dapat semakin maju dan berjaya, bersamaan dengan semakin berjayanya UMUS. Selamat dan Sukses untuk semuanya.
Terima kasih.

berwisata edupark di malahayu